Wednesday, March 12, 2014

Tugasku Berat

0 comments

Berat meyakinkan perasaan kita ke seseorang yang jauh dalam hatinya masih menyimpan kenangan bersama orang yang pernah dia cintai dulu ataupun sekarang. Karena melupakan itu butuh waktu, tak bisa dipaksakan. Entah sampai kapan, kita hanya bisa menunggu. Daripadanya tugas berat menanti yaitu menjaga perasaan dan membuat dia nyaman seolah tanpa luka.

Pentingnya kehadiran kita untuk menghibur dan menemaninya. Menghindari dia dari sepi yang dalamnya bagian dari usaha untuk membuka memori lama yang susah untuk dilupakan. Sedikit banyak ada ruang tersendiri di hatinya, di sudut kecil dalam pikirannya, ada seseorang spesial yang pernah menemaninya dan bersama dalam bahagia. Entah sosok kita yang baru diterima dan mampu mengisi hatinya kembali, atau mungkin saja tidak dan hanya sebagai tempat mencurahkan segala keluh kesah. Maka dari itu, meyakinkan itu susah. Tugasku berat.

Untukmu, apapun aku lakukan dalam batas logika. Semampuku dengan lebih akan aku usahakan. Tidak menyerah meski ujungnya akan sia-sia. Serta tak menyalahkan keadaan atau pun dia, karenanya kamu seperti ini. Kita dalam pikiran yang berbeda arah. Dalam hariku, memikirkanmu. Sedangkan kamu memikirkannya. Merasa kehilangan tanpa peduli aku disini disampingmu untuk mengobati. Semoga dengan kesederhanaan ini, tanpa membandingkan diri dengan dia yang sebelumnya, aku bersungguh-sungguh untukmu. 
Lanjut baca? Mari~ »

Tuesday, February 4, 2014

Cerpen: Di Cafe Itu, Kita Pernah Bertemu

0 comments
Di Café itu, Kita Pernah Bercerita
Cerpen : Enggri Harba

Meja sederhana di sudut ruangan café yang memberi tempat dan waktu bagi sepasang kekasih yang sedang menikmati aroma hujan ditemani secangkir kopi hangat. Ditambah lagi dengan café bergaya eropa klasik, menambah bumbu cinta kala itu. Dimana aku menatap mata seorang pria yang mulutnya sibuk bercerita tanpa henti. Aku tenggelam dalam kisahnya. Dengan perasaan saat itu, aku adalah wanita yang  selalu menginginkan kehadirannya , menggenggam tangannya mengisyaratkan inilah rindu yang aku rasakan....

Baca selengkapnya, silahkan unduh free pdf disini: Di Cafe Itu, Kita Pernah Bercerita

Lanjut baca? Mari~ »

Tuesday, January 21, 2014

Mau Nembak Cewe, Tapi Takut.

0 comments


Kali ini saya mau membahas persoalan yang dialami oleh banyak cowo. Yaitu NEMBAK CEWE.

Menyatakan perasaan (nembak cewe) itu susah-susah-gampang. Sebagian cowo merasakan takut ketika hendak menyatakan perasaan. Layaknya seperti mau bunuh diri. Sebab yang ditakutkan oleh para cowo adalah resiko dari nembak cewe, yaitu DITOLAK. Apa yang dibayangin oleh cowo ketika dia merasa ditolak adalah bayang-bayang patah hati yang begitu pedih, yang bisa saja bikin gak nafsu makan, tidur gak nyenyak, susah buang air besar, bibir pecah-pecah dan jakun berdenyut-denyut.

Disini saya mau menjabarkan beberapa masalah yang bikin nembak cewe terasa sulit dari sisi pandang saya tentunya sebagai cowo. Diantaranya:

1. Ketidakpercayadirian

            Ini adalah permasalahan utama. Bukan hanya nembak cewe, seperti berbicara di depan umum atau yang lain, ketidakpercayadirian adalah musuh yang susah untuk ditaklukan. Jadi wajar saja ketika mau nembak cewe, percaya diri jadi nggak ada atau hilang karena ini menyangkut nasib. Sebagian cowo lebih memilih memendam andai jika dia menyatakan perasaannya ke si cewe lalu ditolak, si cowo takut bila hubungan mereka menjauh.

Terkadang pas momen-momen memberanikan diri untuk ‘menembak’, lalu tiba-tiba keringat dingin dan bikin nyali ciut kemudian niat mau nembak malah nggak jadi. Padahal sebelum itu udah direncanain dan dibayangin gimana nembak cewe, ngumpulin keberanian dan siap menerima kenyataan apapun. Namun lagi-lagi percaya diri suka hilang ketika mau eksekusi.

2. Kode Samar-Samar, Kapten!

            Ada hal lain yang bikin cowo enggan untuk segera nembak cewe adalah kode dari si cewe. Mungkin semasa PDKT, cowo udah mulai nebar perhatian dan sayang kepada si cewe, namun si cewe kurang nanggepin atau kode balasannya nggak jelas. Alhasil, si cowo ragu terhadap isi perasaan si cewe.
Ataupun juga kode si cewe susah dimengerti. Terkadang nunjukin rasa suka, tiba-tiba berubah jadi datar. Lalu ada juga ketidakjelasan si cewe yang bisa jadi sedang dideketin cowo lain sehingga menarik ulur perasaan dari cowo yang ngedektinnya.

Efek dari kode yang samar-samar adalah si cowo menjadi ragu, atau si cewe ngerasa digantungin padahal udah nebar kode sana-sini (padahal kode emang sulit dimengerti). Jadi, hubungan ngambang. Yakin-ragu-yakin-ragu-lalu ditinggal begitu saja. Pait pait….

3. Berbeda Kemesraan

            Halangan yang sering dipikirkan adalah kalo pacaran gak bakal sama mesra seperti PDKT. Karena pas PDKT, itu perhatian dan sayang meluap-luap. Dan yang ditakutkan adalah ketika pacaran nanti adalah intensitas perhatian bakal kurang, dicuekin lalu hambar.

Dalam PDKT, wajar saja ketika cowo memberikan perhatian yang berlebih. Sebab itu dalam rangka meyakinkan kepada si cewe bahwa dia benar-benar suka atau cinta. Ketika pacaran, intensitas itu berkurang karena si cowo sudah merasa mendapatkan ‘target’-nya. Sehingga perhatian ketika PDKT tidak sama besar ketika pas pacaran. Apa akibat kalo merasa perhatian yang diberikan kurang? Si cewe bakal menuntut dan menuduh si cowo telah berubah. Ini lebih berkaitan pada memberi kepercayaan dan berusaha mengerti. Ada juga kok, pas pacaran, perhatiannya malah lebih besar. Namun cepat atau lambat bakal berkurang, karena setiap apapun yang kita kerjakan, bakal merasa jenuh. Benar nggak? Nah cara mengatasinya adalah bagaimana kita menyikapinya sebijak mungkin.


Tapi salut juga buat cowo yang berani nyatain perasaan sekalipun udah tau bakal ditolak. Karena kalo belum dicoba, kita gak bakal tau hasilnya gimana. Kalaupun ditolak, berarti gak jodoh. Patah hati jangan dibuat berlarut, soalnya perjalanan hidup panjang dan akan banyak orang yang akan kita temui. Mungkin salah satunya bakal jadi jodoh kita. :p

Lanjut baca? Mari~ »

Tentang Menunggu dan Melangkah Pergi

0 comments


Menunggu sangat membosankan. Terlebih jika menunggu yang tak pasti.

Berkaitan dengan hati, menunggu yang tak pasti bakal dihiraukan, dengan berbicara perasaan dan sebuah harapan. Jika memang cinta dan setia, akan terus ditunggu sampai lelah dan benci mengambil alih kuasa dalam diri.

Banyak yang tersimpan dalam ‘Menunggu’, dalam kata lain juga ‘Menanti’. Ada banyak harapan yang terkandung didalamnya, ada banyak perasaan mencampuradukkan rindu dan ketidakyakinan. Semua kembali kepada awal, apa atau siapa yang ditunggu, entah itu pasti atau tidak. Terkadang perasaan menipu diri sendiri, membuat harap yang pada akhirnya mendapatkan kosong dengan berbagai alasan yang meneguhkan diri untuk tidak berpaling.

Sebab cahaya tak melewati hanya satu lorong, kau perlu melangkah mencari cahaya sendiri. Jangan bergantung pada satu, ketika ditinggalkan, kau akan hampa. Lebih baik mengorbankan perasaan lalu melangkah pergi daripada diam tak tentu arah yang justru menyakiti diri sendiri. Apa yang kau cari? Hati? Tidak, akan ada luka yang menghampiri.

Lepaskan rindumu, lepaskan harapanmu dari seseorang yang tak mampu memberimu masa darinya. Kau hanya terjebak di masa lalu, tidak untuk masa depannya.  Ada kebahagian yang menghampiri jika kau mencari dan mencoba berbeda dari kebiasaan sebelum bersamanya. Karena cinta, menunggu tak mengenal pasti atau tidak. 
Lanjut baca? Mari~ »

Monday, January 13, 2014

Gaya Pacaran

0 comments
Pacaran itu kayak nasi baru dimasak. Awalnya aja yang hanget, lama kelamaan dingin lalu basi. Banyak yang masih PDKT merasa bahagia dan pas pacaran bahagianya pengen berlanjut seterusnya. Justru jika bahagia terus, malah bikin jenuh dan gak menantang. Pasti. Terkadang dalam suatu hubungan butuh yang namanya cemburu dan sedikit ‘kelahi’-nya. Karena dengan konflik (dalam batas yang sewajarnya), membuat suatu hubungan semakin kuat. Beda dengan kalo pacaran isinya berantem terus, itu bukan pertanda sayang lagi, tapi sudah bosan namun belum berani mengungkapkan. Jadinya, ya dilampiaskan rasa kesal, dan ada saja hal kecil yang bakal diributkan lalu pada waktu yang tepat, hubungan diakhiri atau putus~

Pacaran itu bikin yang jatuh cinta jadi sealay-alaynya ada juga yang cuek-cuek dingin es batu. Kalo yang alay, ya salah satu panggilan sayangnya yang bikin diare 7 hari 7 malam, misalnya Ayah-Ibu, Habibie-Ainun, atau Madu-Srikaya. Ada juga pacaran yang cuek, antara pacaran sama enggak. Kalo ngasih perhatian cuma simple.

“Kamu udah makan?” | “Udah.” | “Sip.” | “Y.”

“Kamu udah makan.” | “Gak selera.” | “Makan lah nanti sakit. Askeskin kamu udah habis masa berlakunya.” | “Njing.”

“Kehadiranmu itu seperti matahari, menerangi hidupku.” | “Apasih garing.” | “Siapa yang ngegombalin sama elu. Hellooooowwww, gue lagi ngomong sama tapak sepatu.” |” ……………..”

Nah disini saya mau berbagi tentang gaya pacaran yang ada disekitar kita atau yang kita dengar dari orang lagi kasamaran atau pacaran.



Pacaran Sehat

Ini paling sering kita denger dari teman-teman. Biasanya tiap ditanya ‘bagaimana gaya pacaran’, ‘lancar grepe-grepenya sob?’, dan ‘dapat bibirnya bro?’, yang ditanya sering beralibi pacarannya pacaran sehat kok. Pacaran sehat itu emang gimana, apakah tiap pagi minum susu kedelai dan malamnya minum multivitamin. Enggak-enggak. Inti dari pacaran sehat itu adalah tidak saling ‘menodai’. Gak ada ciuman, gak pegangan tangan, palingan cuma colek ubun-ubun.



Pacaran Serius

Ini biasanya tergolong jenis pacaran yang alay. Bahkan pacaran serius itu terjadi pada anak remaja misalnya anak SMA. Bukannya meragukan hubungan bakal langgeng dari SMA sampe nikah. Tapi ya coba pikir, diumur belasan tahun udah berkomitmen untuk serius. Perjalanan hidup panjang, dan akan banyak rintangan yang menghadang apalagi pada suatu hubungan. Kita bakal menjumpai banyak orang, dan bisa saja dari sebagian banyak orang yang kita temui, bakal menjadi ‘pengganggu’ hubungan yang udah lama dijalani.
Bahkan itu jadi bahan ketawa orang lain dan bikin jijik ngeliatnya ketika udah bilang,

 “Aku bakal mencintaimu seumur hidupku.”

“Aku ingin bersamamu sampai kakek-nenek dan biarlah ajal memisahkan kita.”

Niatnya yang pengen romantis tapi malah keliatan terlalu berlebihan dan bullshit. Lebih baik menjalani hubungan yang biasa-biasa saja namun ada saatnya untuk romantis, dan itu bakal lebih terasa, diingat dan kental dalam kenangan nantinya.



Pacaran yang Nyari Asiknya Aja

Ini gaya pacaran yang santai dan nggak mau serius. Biasanya gaya pacaran ini, hari-harinya diisi sama kesenangan masing-masing yang dilalui bersama. Pacaran yang pengen asik-asik terus tanpa masalah, asik kencan (nonton, karaokean, pergi makan), asik nemenin hobi pacar, asik hantam kuduk masing-masing. Biasanya gaya pacaran ini gak mau ada konflik. Kalo ada masalah, biasanya diselesaikan secara instan. Kalo gak suka, yaudah pisah. Kalo gak mau nerima, berrarti gak jodoh. Gaya pacaran ini rentan putus atau berakhir dengan cepat karena keseriusan dalam berhubungan kurang. Ya mereka yang terlibat berpikir, hidup gak usah dibikin ribet. Masih banyak diluar sana yang lebih baik kok.


Terserah bagaimana gaya pacaran kalian, karena itu disesuaikan dengan kepribadian kalian. Menjaga hubungan itu perlu, dan butuh sedikitnya keseriusan. Jika pacaran aja udah putus seenaknya, bagaimana menjalani biduk rumah tangga. Jangan berharap suatu hubungan ingin bahagia selamanya. Berharaplah tangisan dan kesedihan, adalah bahan bakar untuk kebahagian agar bertahan lama. Karena ‘permasalahan kecil’, ‘cemburu’, ‘diem-dieman’, dan ‘merajuk-membujuk’ akan bikin kita senyum-senyum sendiri ketika dikenang kembali entah itu tak bersama lagi atau sudah tua nanti. 
Lanjut baca? Mari~ »

Wednesday, January 8, 2014

Mungkin Belum Saatnya

0 comments
Telah lama saling kenal. Tak ada hubungan khusus, hanya sebatas teman. Ya itu kita. Kau dan aku. Saling mengetahui dan memahami, karena banyak cerita yang kita ungkapkan. Banyak curhatanmu yang aku dengar, banyak tangisanmu yang aku perhatikan. Dan sekali lagi, kita hanya sebatas teman. Hanya cerita yang bisa diungkapan, tidak dengan perasaan.

Aku suka denganmu, bisa saja ini cinta. Tetapi belum tentu denganmu. Ketika aku menatap matamu dikala perbincangan hangat antara kita berdua, melihat matamu, membaca arti pandanganmu, sedikit banyak aku tahu jika aku hanya seorang teman. Teman yang mampu mengerti akan keluh kesahmu. Dan mencoba berada di sampingmu ketika membutuhkanku. Itu semua aku lakukan karena aku sayang dan cinta, mungkin. Dan aku mencoba dalam batasnya hanya sebagai seorang teman.

Pertanyaan tentang keberadaanku untukmu, yang aku sendiripun tak tahu jawabannya. Apakah itu kau menganggapku hanya salah satu teman dari yang kau punya, atau mungkin kita mempunyai perasaan yang sama, hanya saja masih tersimpan dan enggan untuk mengutarakan. Masih tertinggal di benakku, jauh sebelum kedekatan kita saat ini, awal dari perkenalan kita tanpa ada rasa apapun, berkenalan, hanya ingin tahu wujud dan nama.

Dan benar, cinta itu tak langsung ada. Tumbuh secara perlahan, tanpa diduga. Kemudian semesta yang menentukan dan memegang kehendak untuk mendekatkan kita. Waktu yang berjalan,  tanpa sadar, aku telah jauh menggunakan perasaan di dalamnya, di dalam kedekatan ini. Aku tahu ini percuma. Akan ada perasaan yang tak terbalaskan. Walaupun aku belum tahu apa pikirmu terhadap isi hati, semoga ini tetap menjadi teman.

Mungkin belum saatnya kita lebih dari saat ini. Mungkin juga belum saatnya kita ditakdirkan untuk, saling cinta. Tetapi kita masih bersama, dalam sebuah pertemanan yang berbeda. 

Lanjut baca? Mari~ »

Thursday, January 2, 2014

Hujan Reda

0 comments
Pernahkah kau menepi, berlindung dari rintik hujan? Ataukah kau terus berjalan hingga kebasahan? Ketika itu aku menepi. Untuk sementara waktu, menengadah kepala keatas melihat rintik hujan yang jatuh. Diantara sela-sela air itu aku melihatmu. Mencoba sedikit kembali mengingat masa lalu, dimana kita (pernah) duduk ditemani secangkir kopi hangat di sebuah café. Melihat ke jendela, mengikuti suasana dan menikmati sejuknya aroma hujan, kau mulai berbagi cerita. Telapak tanganmu menopang dagu, matamu menuju langit-langit café tersebut, berusah menguak kembali kisah-kisah yang pernah dilalui, entah itu pahit atau manis.

Dan aku mendengarkannya. Melihat matamu, melihat gerak-gerik mulutmu. Kemudian aku meraih tanganmu, menggenggam, semoga engkau tahu, kenyamanan itu adalah saling berbagi kehangatan. Teruslah bercerita. Biarkan aku tenggelam dalam kisahmu. Mungkin saja kita punya cerita sama, ataupun berbeda. Ya, berbagi dan saling mengisi.

Lihatlah kaca jendela itu, mulai berembun. Aku ingin tunjukkan sesuatu, telunjuk ini akan menulis nama kita berdua. Ketika hujan reda, yang nantinya cahaya akan menguapkannya. Lalu jendela menyimpannya dalam memori, saat waktu tiba ia akan menjadi saksi bahwa kita pernah disini, duduk berdua berbagi cerita hingga rintik hujan reda walaupun kita tak lagi bersama.

Lanjut baca? Mari~ »

Wednesday, August 7, 2013

Enggan Mengungkapkan

1 comments
Kita telah lama kenal. Dan aku telah mengisi hari-harimu ketika sendiri. Perjumpaan kita hanya bisa dihitung jari. Namun, itu bukan halanganku untuk menyayangi. Disetiap percakapan kita di social chat, akan menjadi bukti tertulis bahwa keseriusan tak mengenal tempat. Dan juga, sangat berterimakasih dari aku telah menjadi teman dekatku dalam bercerita.

Disetiap curahan hati, kekesalan, dan kebahagiaan yang telah diceritakan kepada aku, akan menjadi memori  tersendiri yang kusimpan pada sudut pikiran tertentu. Tak akan dilupakan. Memberi perhatian semampuku, membuatmu nyaman dengan jeda kata-kata yang dipisahkan oleh spasi, dari bait hati tentunya.

Banyak dari kata-kata itu tersirat makna, dan aku tak berharap juga untuk kamu mengerti. Karena aku sadar, keberadaanku belum pasti. Tetapi bathin ini berbisik, bahwa kau juga menyimpan rasa. Kita saling enggan mengungkapkan, mungkin. Terlalu kaku dalam kedekatan.

Memang sakit terlalu lama memendam. Perasaan seakan sirna diterbangkan waktu. Dan pada akhirnya, jarak adalah pemisah. Mengucapkan kata perpisahan namun terselip makna sebuah ketidakterimaan. Bahwa dengan ini aku dan kamu “tak lagi dekat”.

Keberanianku tentang debu, menempel disebuah dinding kokoh, namun terlalu lemah untuk mendobrak. Dan biarkan Tuhan yang menunjukkan kuasanya, memberi kesempatan dan waktu, untuk aku ungkapkan. Dimana aku mulai yakin, denganmu, bahwa kamu adalah wanita yang ditetapkan Tuhan untuk aku temani. Di hari spesialmu, aku akan datang, entah itu cepat atau lambat, kita akan kembali bertemu, mencampakkan keengganan sebelum merasa hilang, dimana kita tak kuat lagi untuk menggenggam. 
Lanjut baca? Mari~ »

Saturday, August 3, 2013

35 Detik Untuk Membaca Ini

0 comments


Seorang cewek yang memberikan tantangan kepada cowonya untuk hidup tanpa drinya, untuk tidak ada komunikasi sama sekali antara mereka selama sehari. Dia berkata pada cowonya,

“Kalo kamu bisa melewati itu, aku akan mencintai kamu selama nya.”

Dan cowok itu pun setuju. Dia tidak menghubungi baik sms atau telpon cewenya seharian. Tanpa dia ketahui bahwa kekasihnya hanya memiliki 24 jam untuk hidup, karena dia terkena kanker.

Keesokan harinya cowo itu pergi kerumah cewenya. Air matanya pun tiba-tiba menetes melihat cewenya sudah terbaring dengan surat di tangannya yang tertulis,

"Kamu Berhasil. Bisakah kamu lakukan itu untuk setiap hari? I LOVE YOU."

Don't Ever lost contact with someone you care, you'll never know what's gonna happen the next day, or the day after that.
               
Even a single "hi" or a "good morning" Before you know that someone is no longer there.

Lanjut baca? Mari~ »

Sunday, July 28, 2013

Inilah Aku, Pengagummu.

0 comments


Tak ada yang salah ketika aku mengatakan “ aku mengagumimu”. Itu hanya permulaan dari percikan-percikan perasaan yang mulai tumbuh. Kau sudah cukup sempurna, ketika aku melihatmu, yang aku rasa ada dua: adem di mata dan nyaman di hati. Berterimakasihlah engkau kepada Tuhan. Karena Dia telah menyihir mataku untuk melihat dan mengagumi sebagian kecil ciptaan-Nya yang ia hadapkan padaku saat ini.

Dan aku bukanlah seorang peramal, terlalu jauh membayangkan apakah kita pasangan yang ditakdirkan. Terlalu cepat mengandai seperti itu. Terlebih penting dari itu, bagaimana aku bisa menjadi bagian penting dari hidupmu. Ah hanya kebiasaanku, yang terlalu menuntut dan banyak harap, padahal belum tentu hati ini terbalaskan juga.

Rentang waktu tertentu adalah masa saat kau mulai membiasakan kehadiranku. Disana juga keberadaanku akan seperti penting olehmu atau hanya penganggu saja. Sebuah perawalan akan buruk jika terlalu berekspektasi tinggi. Demikianpun kata hati, yang belum bisa ditebak walau beberapa kali kita mencoba untuk mengerti.

Karena pada nantinya, akan ada waktu untuk menyatakan perasaan. Setelah sekian panjang, aku menunjukkan dan berkorban, mempersembahkan hadirku yang akan berarti di setiap penggal harimu, dan seraya berkata,

“Hai wanita, biarkan aku singgah dan menetap sementara di hatimu. Dan tugasmu menilai aku, apakah aku bisa menjadi pendampingmu kelaknya.”

Yang aku bayangkan adalah ketika kau menjawabnya, penuh malu dengan muka memerah, serta senyum tipis yang teruntai di bibir tipismu.

“Sekian waktu kau menunjukkan aku dengan kepedulianmu. Sekarang waktuku memperdulikan ungkapan perasaanmu. Aku tak mudah untuk mempercayai. Dari sekian janji, maukah kau memberikan bukti, bahwa aku adalah wanita yang kau cari?”

aku bisa menjawabnya,

“Demi kau, bahwa apa yang aku lakukan itu tulus dari hati. Sadar akan batasan diriku, aku tak pernah mengharapkan lebih dari ini. Sekedar mengungkapkan perasaan, dan itu adalah kosakata yang aku tuangkan dari sekian banyak rasa sayang aku tunjukkan. Dan kenapa aku tidak terus mengatakan janji padamu, sedangkan dalam hatiku sendiri aku bisa menjagamu dan memberimu bukti? Karena apa yang terlihat dan apa yang tidak terlihat, yang bisa menilainya adalah Tuhan.”

Dengan gelitik tawanya seraya berkata,

“Aku melihatmu berbeda. Menunjukkan keseriusan tanpa ada hal yang memaksa. Keikhlasanmu adalah kerelaanmu ketika apa yang kau bayangkan tak seusai jalan pikiran yang aku putuskan. Menerima segala kemungkinan yang terjadi. Terlebih kemungkinan itu adalah aku tak mempunyai rasa padamu. Tapi yakinlah, dari sekian waktu, kita bersama, dan kau tanpa angkuh mencoba mengambil hati ini. Ya itu yang aku suka, kau punya cara tersendiri untuk membuat wanitamu bahagia. Tolong jaga aku, pegang erat awal pertemuan kita dahulu, karena kita tak akan tahu, kapan perpisahan itu datang atau kita akan tetap bersama seterusnya.”

Aku tertegun, aku tak punya banyak kata untuk diungkapkan lagi.

“Baiklah, biar aku pegang janji ini. Dan silahkan kau melihat bagaimana perasaanku bagaimana bisa membuatmu kagum dan tak mau kehilangan.”

“Boleh. Aku menunggu.” Tantangnya dengan senyuman hangat padaku.

Inilah khayalku. Cuplikan perjalanan yang kedepannya aku alami. Dan aku tak akan mudah surut semangat dan mencoba sebisa. Karena aku adalah pengagummu, berhasrat kita berdua akan menjadi “saling menyayangi”.
Lanjut baca? Mari~ »

Puisi : Terpendam

0 comments


Terpendam

Aku pernah ingat masa itu, masa kita bersama
Tak bosan bermimpi dan menggapainya
Bersama pula

Kita telah lama berpisah namun tersisip kenangan
Jejakmu masih membekas
Dan Aku pernah peduli
Aku pernah menangis untukmu

Aku mendoakanmu senantiasa waktu
Berbisik kepada awan, menyampaikan padamu
Menyertai langkahmu, membentuk bahagiamu

Kepada angin, hembuskan harapku
Mimpiku mengarungi samudra
Meninggalkan asa yang telah aku rajut bersamanya
Kini waktu belum menjawab
Serta bintang tak jua menunjuk arahnya

Rasa sayang ini besar
Menghilangkannya suatu kesusahan
Perlahan mencoba sebisa mungkin
Jauh didalamnya, akan terus terpendam


Lanjut baca? Mari~ »

Wednesday, May 22, 2013

4-2-4-2-1 : AKu Sayang Kamu

0 comments


Ketika waktu mempertemukan. Ketika perjumpaan berlanjut ke hal yang tak direncanakan. Bahkan berpikir sesuatu yang kecilpun belum ada sebelumnya. Hanya sebatas bertemu, kenalan dan berteman. Di café itu adalah tempat yang menjadi cerita awal dari setiap deretan bahagia yang akan dirasakan. Kau menjabat tanganku, terasa halus telapak tanganmu, dari bibir mungil merahmu dengan halus kau menyebut namamu. Ya, namamu Fransiska. Senyummu dan ucapanmu bertanya balik siapa namaku. Dengan gagah bercanda aku menjawab, “I’m your man”.

Kita mulai berbicara tentang kesibukan kita masing-masing. Tapi memandang matamu pun aku grogi. Aku sibuk membagi penglihatanku antara laptop dan matamu. Mata yang indah. Seandainya aku bisa menatap lebih lama berdua di tepi pantai yang pasirnya warna merah muda. Alangkah indahnya hidup ini, dan aku seperti mempunyai bidadari . seperti surga? Tidak. Bahkan menghayal seperti surga itu aku tak mampu. Menikmati senja bersamamu dan melalui malam berdua denganmu adalah salah satu keindahan surga yang aku dapatkan di dunia.

Apa yang kutunggu menjelang larut malam adalah mendengarmu cerita dengan perantara telepon genggam. Bercerita sampai kau lelah dan menguap akan rasa kantuk yang didera. Kau menutup percakapan kita dengan ucapat “selamat tidur”, “have a nice dream”, “Jangan tidur larut malam”. Yap, seketika kau menutup telepon, aku langsung menutup mata menyambut hari baru bersamamu.

Kita mengarungi satu bulan dalam perkenalan. Dua bulan dalam pendekatan. 3 bulan seterusnya bahkan kita tidak tahu kalau kita adalah pasangan yang ditakdirkan Tuhan. Aku merasa “wah” dalam kerjaku. Aku sibuk dengan kegiatanku sebagai penulis, kau sibuk dengan kerjaan kantormu sebagai sekretaris. Tapi kita saling ingin bertemu, kita mampu mengatur waktu setidaknya melepas penat dan rindu.  Tapi ada satu hal yang meracau pikiranku yaitu apakah kau dekat hanya tidak padaku seorang. Itu menganggu. Aku tak mau didahuli dan tak rela melepasmu. Bagaimana dan kapan aku bisa menyatakan perasaan. Aku berharap kamu tahu apa yang aku pikirkan dan perasaan.

Perasaan ini mendesakku. Rasa takut kehilanganmu mendorongku maju. Dengan gugup dan malu aku menyatakan cinta di cafe saat kita pertama kali bertemu. Aku berkata,

“Ketika 4 mata saling bertemu, saat itulah 2 hati saling membuat janji agar 4 kaki akan melangkah bersama dengan 2 tangan menggenggam menjadi 1 impian. Biarkan aku menjadi kekasihmu, agar kamu tahu seperti apa rasa sayang dan tidak mau kehilangan itu?”

Kamu terdiam untuk sementara waktu. Mungkin ini sebuah hal yang tak kamu pikir sebelumnya. Kamu diam. Aku dingin, tubuhku dingin, jantung ini terus memacu, urat nadiku mengeras. Pikiranku juga mengeras, menebak apa yang kamu pikirkan setelah aku mengucapkan kalimat yang menurutku gila itu. Dan desiran angin AC cafe itu membuat rambutmu terbang dan mengangguk iya. Iya. Kamu menerima perasaanku. Entah apa harus aku lakukan. Lompat lompat salto di cafe itu, belum cukup mengungkapkan rasa gembira itu. Mau teriak pun, takut ditendang buang sama pelayan cafe itu. Cuma satu kata yang bisa dirangkai bibir ini “Terima kasih cinta.”

Andai kau tahu apa isi pikiranku saat ini. Mungkin kamu akan melebur bersama gejolak asmara ini. Kamu itu duniaku. Ketika kamu tak hadir didepanku. Aku tak bisa melihat seperti apa dunia. Oh beginilah menjadi orang buta. Buta dikarenakan asmara.
Lanjut baca? Mari~ »

Monday, May 20, 2013

Capcipcup Keresahan Enggri

0 comments


"Cewe-cewe sekarang cuma suka cowo dari gantengnya doang. Jarang ada yang melihat dari hati" -- Begitu isi hati jomblo yang tak laku-laku juga.

Cewe kalo ditanya kenapa dia jomblo, palingan jawabannya cuma dua. 1. Lagi gak pengen pacaran. 2. I'm single and I'm very happy. Kalo cowo ditanya kenapa gak punya pacar, jawabannya banyak. Ditanya, "Bro, punya pacar?" "Gak ada bro. Gak bisa. Tiap sore, gue latihan bola." bahkan sampe pake alasan klasik, "Bro punya pacar gak?" "Gak nih bro. Hape gue suka lowbat, susah pedekatein cewe."

Cewe yang kelamaan jomblo sih rata-rata penggemar fanatik K-Pop, Justin Bieber, SM*SH, Coboy Junior, dsb untuk menutupi kekurangasikan dia dalam menjomblo. Kalo cowo kelamaan jomblo, pantang liat cewe sedikitpun. Ada cewe pake hot pants "Bro pantatnya bro. Pantatnyaaaaa~" ada juga kalo ke cafe-cafe liat cewe lagi ngumpul bareng temannya "Bro liat bro. Dadanya 3 dimensi brooo~"

Cewe jomblo jalan bareng sama temen cewe ke mall, keliatan asik. Kalo cowo jalan bareng sama cowo juga ke mall, orang-orang curiga dan bakalan berpikir "Kasian mereka. Lapangan futsal udah dibooking semua, jadinya mereka ke mall cuma pelangak pelongok liat mbak mbak counter hape. :(("

Gak enak itu ketika menjomblo dibebabankan dalam kehidupan. Dimulai dari ganti nama facebook "Aceng dalam asmara menduda" sampe-sampe membuat tatto di jidat "Aku jomblo dimana-mana". Dan bahkan parahnya, aku punya teman di facebook yang saking stressnya jadi jomblo, suka gonta-ganti nama facebook. Pertama aku buka facebook, namanya "Saiful putus cinta lagi". Seminggu kemudian aku buka facebook, namanya "Saipul jadian lagi". Alhamdulillah. Aku senang. Dia akhirnya punya pacar. Sampe-sampe aku traktir teman aku makan sate padang karena ada teman facebook aku baru jadian. Sebulan kemudian, dia ganti nama facebook "Saiful kembali putus cinta lagi" Aku sedih. Kalo dia jadian lagi, masa harus traktir teman aku makan sate padang lagi. :(( Tapi pada akhirnya, dia ganti nama facebook "Saiful frustasi sendiri lalu potong titit sendiri." kemudian foto profil facebooknya gambar titit kuda yang disilet ada namanya "Saiful Gunawan".

Jadi faedah yang bisa kita ambil dari postingan ini, hmmm gak ada. Bodo amat. Aku juga jomblo kok. Bye!

Lanjut baca? Mari~ »

Kembali Yang Mengingat

0 comments

Melupakan. Sebuah kata dalam kamus hidupku yang paling susah dilakukan. Bahkan menyentuhnya sedikitpun belum sama sekali terpikirkan. Bagaimana tidak, ketika aku mempunyai sesuatu-orang yang pernah menjadi bagian, harus pupus hilang ketika berjumpa untuk berpisah. Tidak secepat itu aku melupakannya, ketika aku sudah mulai mencoba, aku tersadar bahwa banyak benda-orang yang dulu kita bersama pernah kita punya-bertemu. 

Benda. Saat itu aku memberimu untuk hanya sekedar mendapat senyum dan tawa. Sebuah hal gila yang kusebut pengorbanan. Pengorbanan materi dan bathin yang kusiapkan. Benda adalah objek bisu yang menjadi saksi dalam kenangan. Yang mengingatkan semua kejadian saat kita bersama. Itu dulu. Sekarang itu hanya sebuah miniature dalam museum kehidupan. Yang dibingkai kaca dan ketika aku sudah punya jalan hidup berbeda, aku masuk dan menatap semua bingkai bingkai kaca dalam museum itu. Oh aku tau, semua koleksi ini adalah kenangan. Kenangan yang terdahulu terlihat tidak terawat. Kenangan yang belum lama terlewati, masih konkret layaknya nyata.

Orang. Mereka yang pernah terlibat bersangkut paut langsung ataupun tidak. Sangat susah untuk melupakan. Disekitarku, aku ada diantara mereka, yang dahulunya, aku membawamu dan memperkenalkan kepada mereka. Mereka bertanya padaku. Aku bingung. Aku sulit menjelaskan. Dalam pikirku, aku mencoba melupakanmu. Dalam lingkunganku, aku dipaksa untuk mengingatmu. 

Melupakan itu belum bisa kudefinisikan. Belum bisa kuputuskan itu salah atau benar. Mengingat itu sakit, melupakan itu jauh lebih sakit. Aku perlahan dalam kesembuhan, menutup goresan luka yang diberi. Adalah manusiawi jika aku sakit ketika kamu pergi. Bagaimana tidak, dalam hidupku kamu pernah menjadi bagian berarti. Jangan paksa aku untuk melupakan. Pikiranku terbentuk dari banyak ingatan. Jika mau pergi dari kehidupan, benturkan kepalaku ini ke dinding. Puaskan dirimu dalam hasrat meninggalkan. Jangan sisakan sebuah percikan memori kebersamaan. Sia-siakah aku member benda dan mengenal mereka? Jangan paksa aku, biarkan aku kembali dalam mengingat.
Lanjut baca? Mari~ »

Sunday, January 6, 2013

Cerita Cinta Kita: Benih Cinta

0 comments


Hidup tanpa cinta, bagai taman tak berbunga. Aduh begitulah kata para pujangga~

Cinta itu adalah bibit. Petaninya adalah kita sendiri. Kita yang menyemai bibit itu di ladang hati seseorang. Cinta itu akan membawa hasil positif apabila yang kita semai adalah bibit unggul, dalam artian yaitu cinta yang tulus. Cinta yang tulus bukanlah cinta yang dilandaskan oleh kepura-puraan ataupun cinta yang hanya sekedar pelarian dan nafsu belaka. Ibaratnya apabila yang kita tanam padi, maka yang tumbuh padi juga. Tapi apabila yang kita tanam itu ilalang, jangan pernah berharap yang tumbuh itu adalah padi. Sama seperti cinta, jika yang kita beri atau tanam berupa perhatian dan kasih sayang yang tulus tanpa pamrih, maka nantinya yang didapat adalah cinta yang tulus dari seseorang. Ketika lahan tempat kamu menyemai kering dan tandus, kamu tidak boleh berputus asa. Siramilah terus, Sesungguhnya tanah yang gersang akan menjadi tanah yang basah gembur dan subur.

Ketika benih yang telah tumbuh menjadi tunas, saat-saat itulah awal hubungan dimulai. Memadu kasih, menjalin hubungan. Dan satu hal, proses ini masih berlanjut. Kamu harus merawat tunas itu untuk terus tumbuh. Kau perlu memberinya pupuk dan menyiraminya. Itulah proses yang terjadi ketika kita berhubungan dengan seseorang. Kita perlu merawat dan menjaga hubungan tersebut bagaimanapun caranya. Karena dari awal membentuk suatu hubungan, kita telah melalui berbagai proses dan melakukan berbagai cara untuk menciptakannya.

Ketika tunas berkembang dan tumbuh menjadi tanaman dewasa, disinilah klimaksnya. Kamu harus merawatnya agar tidak terserang hama yang mengganggu perkembangan tumbuhan itu. Sama seperti hubungan, ketika hubungan telah berjalan lama maka akan banyak masalah datang baik dari perselisihan internal ataupun orang ketiga yang datang menggoda. Tugasmu adalah mengusir hama tersebut dengan memberikan pestisida. Ketika hubungan itu telah tahan hama, sudah tiba waktu tanaman itu berbunga dan berbuah. Dimana saat-saat inilah yang ditunggu akhirnya datang juga. Kamu menerima hasil dari hubungan yang telah kamu bentuk dan tanamkan hingga akhirnya yang diimpikan kesampaian juga yaitu beruba hubungan yang lebih serius dan berlanjut ke jenjang berikutnya yaitu pernikahan.

Ketika pernikahan, kamu akan melihat berbagai senyuman orang-orang yang kagum pada buah dari tanaman yang telah kamu pelihara. Tak hanya kamu, bahkan orang terdekat kamu mencicipi buahmu dan mereka menjabat tanganmu kemudian mereka mengucapkan selamat.Kerja kerasmu terbayar sudah.

Proses belumlah berakhir disini. Ketika tanaman telah berbuah, kamu tetap menjaga dan merawat agar terus berbunga dan berbuah. Sama seperti seperti pernikahan, hubungan terus berjalan dan terus dijaga hingga kamu dan seseorang yang kamu cintai menjadi tua. Dengarlah, kesetian itu tak ada karena di dunia ini tak ada yang abadi. Hubungan dapat terpisahkan ketika waktu yang memisahkan. Tanaman yang kau cintai telah tidur di dalam tanah, kau tetap harus mengenangnya. Karena dia bagian dari hidupmu dari awal. Menyiraminya, menabur bunga diatasnya, dan memanjatkan doa untuknya. Cinta itu seperti pohon, semakin banyak kenangan yang dimiliki semakin rimbunlah suatu pohon yang meneduhkan orang-orang dibawahnya. Hubungan yang tetap kuat dibentur oleh masalah akan menjadi batang yang kokoh dan besar, akar yang kuat dan menjalar adalah cinta yang tak ada habisnya dimakan usia, serta buah manis adalah anak-anak imut hasil bercinta kalian berdua.
Lanjut baca? Mari~ »

Friday, January 4, 2013

Cerita Cinta Kita: Hati Ini Berlabuh

0 comments

14 Februari kita bertemu, berkenalan satu sama lain, berbagi cerita. Pertama hanya biasa, lambat laun hati ini berwarna dan hati ini tersenyum ceria. Malam-malam aku memikirkanmu, menunggu telepon dan smsmu, menannyakan kabar dan keseharian yang telah kita lewati masing-masing. Momen itu terus berlanjut, kita jalan bergandengan, berkencan satu sore, dan mengantarkanku pada malam. Malam itu tidak terasa sunyi lagi, hati ini tidak lagi sepi. Mentari senyum menyapaku kala pagi hari, angin menepuk pundakku, kicauan burung menyoraki dunia kalau aku kini bahagia.

Entah berapa lama kita berhubungan, makin hari makin dekat, setiap saat aku berkhayal memikirkanmu dan aku tersenyum karenanya. Awan jadi ladang kenangan cerita kita, saling meneduhkan hati kita dari panasnya gejolak asmara, berbagi canda tawa mendulang kasih bahagia. Kau menyedot perhatianku. Kau menyerap aura perasaanku, kita berpadu dan kita sama hingga menjadi satu.

Hingga akhirnya hari yang paling mendebarkan telah tiba. Aku telah menanti hari ini, jantung berdegup cepat. Darah berpacu laju melawan daya rasa. Detik-detik kau menyatakan cinta, momen-momen kau mengungkapkan perasaan. Dengan gugup dan terbata-bata, kau berhasil mengatakannya. Wajahku memerah, aku malu tapi bahagia. Aku pun tak mampu berkata apa-apa,. Aku hanya tertunduk dan tersenyum malu. Kau gugup menanti apa kata yang keluar dari mulutku. Pasrah dan keyakinan meracau di pikiranmu. Ya, aku dengan pasti menjawabnya kalau aku menerimamu. Kau kini jadi penghuni hatiku. Dengan jawaban "iya", aku menyerahkan tampuk hati ini dan aku berharap kau adalah pilihanku yang mampu bertanggung jawab dalam penguasaan hati ini.

Kita bergandengan menatap pohon sekeliling, berjalan penuh keriangan. Akhirnya dari biasa yang tak ada rasa, kau menggugahku dan aku melihatmu sebagai seseorang yang penuh cinta. Sejak pertama berdekatan, aku bertanya-tanya. Setelah jadian, pertanya itu semua terjawab juga. Berbagai alasan mengokohkanku di dalam dirimi berpadu menjadi satu. Kata orang 14 Februari adalah hari kasih sayang. Bagiku tidak, 14 Februari adalah hari yang mengubahku. Dimana titik perkenalan, menjadi benih perasaan, yang membuat kita menjadi sayang-sayangan. Aku tak sadar dan tak mengira apa-apa, tapi hati ini telah bersedia menerima bunga-bunga yang kau semai di hari pertama kita.
Lanjut baca? Mari~ »

Thursday, January 3, 2013

Cerita Cinta Kita: Rindu Ini

0 comments


Jarak bukanlah hambatan untuk kita menjalin hubungan. Dari awal kita sudah siap menerima apapun resiko yang menghadang ketika menjalani hubungan. Banyak cobaan berat yang melintang, namun yang paling besar untuk dilawan adalah JARAK. Ya, jarak. Bathin seakan menolak untuk bergandengan dengan jarak, namun senyuman menabahkan hati ini. Banyak hubungan retak karena jarak. Apa boleh buat, kita tak bisa memaksa, inilah jalan kita. Mulai dari rasa cemburu, sedih, curiga hingga kecewa. Jarak ini membunuhku. Aku takut kehilanganmu melihat terpaut jarak antara kita. 

Hidup ini adalah perjalanan, jarak adalah rintangan, kerinduan terus menjadi beban, kita berdua menantikan pertemuan, agar senyum keluar mencuat dari perut tekanan perasaan. Ya, jarak menghambat kita, tapi jaraklah yang menguatkan hati kita. 

Aku menanti saat-sat kau kembali. Banyaknya rintik hujan yang jatuh membasahi bumi, sebanyak itulah rindu yang terpatri dalam hati. Aku hanya bisa memandang jendela yang dibasahi air hujan. Kabur-kabur yang memburamkan perasaan, badai yang mencoba menyapu ketegaran, nafas dingin membekukan kerinduan. Tapi itu takkan mampu menghalangi, aku mempunya api unggun dalam hati. Ketika aku sendiri, membeku, api unggun yang menghangati dan mencairkan. Api unggunnya adalah kata yang terucap dari mulutmu yaitu janji untuk kembali.

Aku seperti pohon, rindu seperti pucuk daun, pikiran seperti ranting pohon, dan aku siap diterpa angin puting beliung. Walaupun angin jarak meracau pucuk daunku, ketika kekeringan tanah menandaskan rantingku, tapi aku tetap aku, aku ditopang oleh akar kuat. Akar ini terus tumbuh dan menjalar ketika kau ucapkan "Aku sayang kamu dan aku merindukanmu".

Waktu terus berlalu, aku harap kau sekejap berada di depanku, datang tersenyum lalu memelukku, mengusap air mata di pipi, membelai rambut ini, dan membisikkan "Tegarlah, karena kau, aku disini. Tersenyumlah, aku datang tak untuk ditangisi, aku datang untuk menghadirkan keceriaan wajahmu lagi".

Aku tidak mau kau terus pergi, aku mau kamu disini, hadir memberikan jutaan inspirasi. Tapi aku tak bisa apa-apa. Aku relakan kamu pergi mencapai tujuanmu. Tapi berjanjilah kau akan kembali nanti... Untukku, kekasih pujaan hati.
Lanjut baca? Mari~ »

Tuesday, December 18, 2012

Cerita Cinta Kita: Kamu Telah Pergi

0 comments


Hubungan akan terasa indah jika saling mencinta. Dua sejoli akan terlihat mesra, bersenda gurau dan berbagi canda tawa. Tapi bahagia itu tidaklah abadi. Suatu tragedi bisa saja mengakhiri. Suatu kesalahan bisa saja menghancurkan. Itulah yang aku rasa. Disaat cinta yang memuncak, disaat rasa membludak, disaat aku menyayangimu dan membekas di hatimu kelak, sekarang tinggallah kenangan. Aku telah kehilangmu. Kau pergi tanpa permisi. Kau yang dulu berbeda dari sekarang. kau meninggalkanku dengan seribu alasan.

Kronologi Cinta:

Kau datang tanpa mengetuk hati, aku terkejut lalu luluh, dan sekarang kau hilang tanpa permisi

Kau dekati aku dengan 1000 rayuan. kau cintaiku dengan 1000 perhatian, dan kau sakiti aku dengan 1000 kelakuan.

Di dalam suatu hubungan sangat dilarang ada sesuatu yang tersembunyi. Tak ada gunanya. Cepat atau lambat, hubungan akan terakhiri juga. Aku rela kamu pergi dan jangan pernah kembali. Aku ingin sendiri. Aku sedang menunggu seseorang yang mencintaiku sepenuh hati. Walaupun kau kembali, itu takkan ada arti. Hatiku telah terlanjur sepi. Besar sedihnya aku sama seperti rintik hujan yang meluluhlantakkan tanah. Kau tak tau betapa sakitnya rasa ini, kau hanya bisa berjoget diatas lumpur tanpa memperhatikan bajumu yang kotor. Aku tersiksa, asal kamu tau. Dulu, aku cuma berharap sama kamu tidak banyak. Aku cuma mohon kepadamu tinggal sejenak dan lupakanlah waktu, temani air mataku teteskan lara, merajut rasa dan menjalin mimpi bersamamu.  

Banyak janji manis yang terucap dari bibirmu. Sekarang hanya tinggal sepah, tak ada harganya. Sekarang wajahmu berpaling dari senyumku. Senyum hilang, suram wajah datang. Ketika aku berdoa, aku tidak mengharapkan kamu kembali, aku ingin terus tegar berdiri sendiri, aku tak mau memaksakan hati, Tuhan tau yang terbaik untukku. Mereka melihatku terkadang bahagia tapi banyak sedihnya, aku lagi labil, ini semua butuh waktu. Apa yang aku rasa tidak semudah "Yang sabar ya", melainkan aku cuma butuh kalimat "AKu ada untukmu". Sekarang bagaimanapun tak ada hasilnya, aku tak dianggap, tapi aku senang, aku termotivasi memperbaiki diri. Mungkin aku ada salah, aku mencoba introspeksi. Jika kamu yang salah, dari awal kamu tinggalin aku, aku telah memafkanmu. Tak ada manfaat juga aku menyimpan kekesalan. Kejengkelan itu hanya menyiksa diri, tubuh ini akan digrogoti rasa sakit hati, lalu tinggal lah tulang yang kehilangan daging kenangan. 

Puisi: Laraku

Selimuti laraku
Kau tinggalkanku tanpa cinta yang dulu
Rasa ini hilang karena hatimu yang gersang
Aku sedih dan menjalani hidup dengan tertatih
Kulihat awan, tak ada memberikan jawaban
Ku dengar kicauan burung, tak ada memberi kabar
Kulihat ranting pohon, hanya bertuliskan kenangan.
Pergilah, pergilah, dan jangan kembali

Inilah arti dari Tuhan yang meletakkan penyesalan belakangan, agar manusia berfikir sebelum bertindak. Penyesalan memang datang terlambat, kalau datangnya duluan itu namanya Mahasiswa Baru lagi diospek.


Lanjut baca? Mari~ »