Tuesday, January 21, 2014

Mau Nembak Cewe, Tapi Takut.

0 comments


Kali ini saya mau membahas persoalan yang dialami oleh banyak cowo. Yaitu NEMBAK CEWE.

Menyatakan perasaan (nembak cewe) itu susah-susah-gampang. Sebagian cowo merasakan takut ketika hendak menyatakan perasaan. Layaknya seperti mau bunuh diri. Sebab yang ditakutkan oleh para cowo adalah resiko dari nembak cewe, yaitu DITOLAK. Apa yang dibayangin oleh cowo ketika dia merasa ditolak adalah bayang-bayang patah hati yang begitu pedih, yang bisa saja bikin gak nafsu makan, tidur gak nyenyak, susah buang air besar, bibir pecah-pecah dan jakun berdenyut-denyut.

Disini saya mau menjabarkan beberapa masalah yang bikin nembak cewe terasa sulit dari sisi pandang saya tentunya sebagai cowo. Diantaranya:

1. Ketidakpercayadirian

            Ini adalah permasalahan utama. Bukan hanya nembak cewe, seperti berbicara di depan umum atau yang lain, ketidakpercayadirian adalah musuh yang susah untuk ditaklukan. Jadi wajar saja ketika mau nembak cewe, percaya diri jadi nggak ada atau hilang karena ini menyangkut nasib. Sebagian cowo lebih memilih memendam andai jika dia menyatakan perasaannya ke si cewe lalu ditolak, si cowo takut bila hubungan mereka menjauh.

Terkadang pas momen-momen memberanikan diri untuk ‘menembak’, lalu tiba-tiba keringat dingin dan bikin nyali ciut kemudian niat mau nembak malah nggak jadi. Padahal sebelum itu udah direncanain dan dibayangin gimana nembak cewe, ngumpulin keberanian dan siap menerima kenyataan apapun. Namun lagi-lagi percaya diri suka hilang ketika mau eksekusi.

2. Kode Samar-Samar, Kapten!

            Ada hal lain yang bikin cowo enggan untuk segera nembak cewe adalah kode dari si cewe. Mungkin semasa PDKT, cowo udah mulai nebar perhatian dan sayang kepada si cewe, namun si cewe kurang nanggepin atau kode balasannya nggak jelas. Alhasil, si cowo ragu terhadap isi perasaan si cewe.
Ataupun juga kode si cewe susah dimengerti. Terkadang nunjukin rasa suka, tiba-tiba berubah jadi datar. Lalu ada juga ketidakjelasan si cewe yang bisa jadi sedang dideketin cowo lain sehingga menarik ulur perasaan dari cowo yang ngedektinnya.

Efek dari kode yang samar-samar adalah si cowo menjadi ragu, atau si cewe ngerasa digantungin padahal udah nebar kode sana-sini (padahal kode emang sulit dimengerti). Jadi, hubungan ngambang. Yakin-ragu-yakin-ragu-lalu ditinggal begitu saja. Pait pait….

3. Berbeda Kemesraan

            Halangan yang sering dipikirkan adalah kalo pacaran gak bakal sama mesra seperti PDKT. Karena pas PDKT, itu perhatian dan sayang meluap-luap. Dan yang ditakutkan adalah ketika pacaran nanti adalah intensitas perhatian bakal kurang, dicuekin lalu hambar.

Dalam PDKT, wajar saja ketika cowo memberikan perhatian yang berlebih. Sebab itu dalam rangka meyakinkan kepada si cewe bahwa dia benar-benar suka atau cinta. Ketika pacaran, intensitas itu berkurang karena si cowo sudah merasa mendapatkan ‘target’-nya. Sehingga perhatian ketika PDKT tidak sama besar ketika pas pacaran. Apa akibat kalo merasa perhatian yang diberikan kurang? Si cewe bakal menuntut dan menuduh si cowo telah berubah. Ini lebih berkaitan pada memberi kepercayaan dan berusaha mengerti. Ada juga kok, pas pacaran, perhatiannya malah lebih besar. Namun cepat atau lambat bakal berkurang, karena setiap apapun yang kita kerjakan, bakal merasa jenuh. Benar nggak? Nah cara mengatasinya adalah bagaimana kita menyikapinya sebijak mungkin.


Tapi salut juga buat cowo yang berani nyatain perasaan sekalipun udah tau bakal ditolak. Karena kalo belum dicoba, kita gak bakal tau hasilnya gimana. Kalaupun ditolak, berarti gak jodoh. Patah hati jangan dibuat berlarut, soalnya perjalanan hidup panjang dan akan banyak orang yang akan kita temui. Mungkin salah satunya bakal jadi jodoh kita. :p

Lanjut baca? Mari~ »

Monday, January 13, 2014

Gaya Pacaran

0 comments
Pacaran itu kayak nasi baru dimasak. Awalnya aja yang hanget, lama kelamaan dingin lalu basi. Banyak yang masih PDKT merasa bahagia dan pas pacaran bahagianya pengen berlanjut seterusnya. Justru jika bahagia terus, malah bikin jenuh dan gak menantang. Pasti. Terkadang dalam suatu hubungan butuh yang namanya cemburu dan sedikit ‘kelahi’-nya. Karena dengan konflik (dalam batas yang sewajarnya), membuat suatu hubungan semakin kuat. Beda dengan kalo pacaran isinya berantem terus, itu bukan pertanda sayang lagi, tapi sudah bosan namun belum berani mengungkapkan. Jadinya, ya dilampiaskan rasa kesal, dan ada saja hal kecil yang bakal diributkan lalu pada waktu yang tepat, hubungan diakhiri atau putus~

Pacaran itu bikin yang jatuh cinta jadi sealay-alaynya ada juga yang cuek-cuek dingin es batu. Kalo yang alay, ya salah satu panggilan sayangnya yang bikin diare 7 hari 7 malam, misalnya Ayah-Ibu, Habibie-Ainun, atau Madu-Srikaya. Ada juga pacaran yang cuek, antara pacaran sama enggak. Kalo ngasih perhatian cuma simple.

“Kamu udah makan?” | “Udah.” | “Sip.” | “Y.”

“Kamu udah makan.” | “Gak selera.” | “Makan lah nanti sakit. Askeskin kamu udah habis masa berlakunya.” | “Njing.”

“Kehadiranmu itu seperti matahari, menerangi hidupku.” | “Apasih garing.” | “Siapa yang ngegombalin sama elu. Hellooooowwww, gue lagi ngomong sama tapak sepatu.” |” ……………..”

Nah disini saya mau berbagi tentang gaya pacaran yang ada disekitar kita atau yang kita dengar dari orang lagi kasamaran atau pacaran.



Pacaran Sehat

Ini paling sering kita denger dari teman-teman. Biasanya tiap ditanya ‘bagaimana gaya pacaran’, ‘lancar grepe-grepenya sob?’, dan ‘dapat bibirnya bro?’, yang ditanya sering beralibi pacarannya pacaran sehat kok. Pacaran sehat itu emang gimana, apakah tiap pagi minum susu kedelai dan malamnya minum multivitamin. Enggak-enggak. Inti dari pacaran sehat itu adalah tidak saling ‘menodai’. Gak ada ciuman, gak pegangan tangan, palingan cuma colek ubun-ubun.



Pacaran Serius

Ini biasanya tergolong jenis pacaran yang alay. Bahkan pacaran serius itu terjadi pada anak remaja misalnya anak SMA. Bukannya meragukan hubungan bakal langgeng dari SMA sampe nikah. Tapi ya coba pikir, diumur belasan tahun udah berkomitmen untuk serius. Perjalanan hidup panjang, dan akan banyak rintangan yang menghadang apalagi pada suatu hubungan. Kita bakal menjumpai banyak orang, dan bisa saja dari sebagian banyak orang yang kita temui, bakal menjadi ‘pengganggu’ hubungan yang udah lama dijalani.
Bahkan itu jadi bahan ketawa orang lain dan bikin jijik ngeliatnya ketika udah bilang,

 “Aku bakal mencintaimu seumur hidupku.”

“Aku ingin bersamamu sampai kakek-nenek dan biarlah ajal memisahkan kita.”

Niatnya yang pengen romantis tapi malah keliatan terlalu berlebihan dan bullshit. Lebih baik menjalani hubungan yang biasa-biasa saja namun ada saatnya untuk romantis, dan itu bakal lebih terasa, diingat dan kental dalam kenangan nantinya.



Pacaran yang Nyari Asiknya Aja

Ini gaya pacaran yang santai dan nggak mau serius. Biasanya gaya pacaran ini, hari-harinya diisi sama kesenangan masing-masing yang dilalui bersama. Pacaran yang pengen asik-asik terus tanpa masalah, asik kencan (nonton, karaokean, pergi makan), asik nemenin hobi pacar, asik hantam kuduk masing-masing. Biasanya gaya pacaran ini gak mau ada konflik. Kalo ada masalah, biasanya diselesaikan secara instan. Kalo gak suka, yaudah pisah. Kalo gak mau nerima, berrarti gak jodoh. Gaya pacaran ini rentan putus atau berakhir dengan cepat karena keseriusan dalam berhubungan kurang. Ya mereka yang terlibat berpikir, hidup gak usah dibikin ribet. Masih banyak diluar sana yang lebih baik kok.


Terserah bagaimana gaya pacaran kalian, karena itu disesuaikan dengan kepribadian kalian. Menjaga hubungan itu perlu, dan butuh sedikitnya keseriusan. Jika pacaran aja udah putus seenaknya, bagaimana menjalani biduk rumah tangga. Jangan berharap suatu hubungan ingin bahagia selamanya. Berharaplah tangisan dan kesedihan, adalah bahan bakar untuk kebahagian agar bertahan lama. Karena ‘permasalahan kecil’, ‘cemburu’, ‘diem-dieman’, dan ‘merajuk-membujuk’ akan bikin kita senyum-senyum sendiri ketika dikenang kembali entah itu tak bersama lagi atau sudah tua nanti. 
Lanjut baca? Mari~ »

Monday, May 20, 2013

Kembali Yang Mengingat

0 comments

Melupakan. Sebuah kata dalam kamus hidupku yang paling susah dilakukan. Bahkan menyentuhnya sedikitpun belum sama sekali terpikirkan. Bagaimana tidak, ketika aku mempunyai sesuatu-orang yang pernah menjadi bagian, harus pupus hilang ketika berjumpa untuk berpisah. Tidak secepat itu aku melupakannya, ketika aku sudah mulai mencoba, aku tersadar bahwa banyak benda-orang yang dulu kita bersama pernah kita punya-bertemu. 

Benda. Saat itu aku memberimu untuk hanya sekedar mendapat senyum dan tawa. Sebuah hal gila yang kusebut pengorbanan. Pengorbanan materi dan bathin yang kusiapkan. Benda adalah objek bisu yang menjadi saksi dalam kenangan. Yang mengingatkan semua kejadian saat kita bersama. Itu dulu. Sekarang itu hanya sebuah miniature dalam museum kehidupan. Yang dibingkai kaca dan ketika aku sudah punya jalan hidup berbeda, aku masuk dan menatap semua bingkai bingkai kaca dalam museum itu. Oh aku tau, semua koleksi ini adalah kenangan. Kenangan yang terdahulu terlihat tidak terawat. Kenangan yang belum lama terlewati, masih konkret layaknya nyata.

Orang. Mereka yang pernah terlibat bersangkut paut langsung ataupun tidak. Sangat susah untuk melupakan. Disekitarku, aku ada diantara mereka, yang dahulunya, aku membawamu dan memperkenalkan kepada mereka. Mereka bertanya padaku. Aku bingung. Aku sulit menjelaskan. Dalam pikirku, aku mencoba melupakanmu. Dalam lingkunganku, aku dipaksa untuk mengingatmu. 

Melupakan itu belum bisa kudefinisikan. Belum bisa kuputuskan itu salah atau benar. Mengingat itu sakit, melupakan itu jauh lebih sakit. Aku perlahan dalam kesembuhan, menutup goresan luka yang diberi. Adalah manusiawi jika aku sakit ketika kamu pergi. Bagaimana tidak, dalam hidupku kamu pernah menjadi bagian berarti. Jangan paksa aku untuk melupakan. Pikiranku terbentuk dari banyak ingatan. Jika mau pergi dari kehidupan, benturkan kepalaku ini ke dinding. Puaskan dirimu dalam hasrat meninggalkan. Jangan sisakan sebuah percikan memori kebersamaan. Sia-siakah aku member benda dan mengenal mereka? Jangan paksa aku, biarkan aku kembali dalam mengingat.
Lanjut baca? Mari~ »

Sunday, January 6, 2013

Cerita Cinta Kita: Benih Cinta

0 comments


Hidup tanpa cinta, bagai taman tak berbunga. Aduh begitulah kata para pujangga~

Cinta itu adalah bibit. Petaninya adalah kita sendiri. Kita yang menyemai bibit itu di ladang hati seseorang. Cinta itu akan membawa hasil positif apabila yang kita semai adalah bibit unggul, dalam artian yaitu cinta yang tulus. Cinta yang tulus bukanlah cinta yang dilandaskan oleh kepura-puraan ataupun cinta yang hanya sekedar pelarian dan nafsu belaka. Ibaratnya apabila yang kita tanam padi, maka yang tumbuh padi juga. Tapi apabila yang kita tanam itu ilalang, jangan pernah berharap yang tumbuh itu adalah padi. Sama seperti cinta, jika yang kita beri atau tanam berupa perhatian dan kasih sayang yang tulus tanpa pamrih, maka nantinya yang didapat adalah cinta yang tulus dari seseorang. Ketika lahan tempat kamu menyemai kering dan tandus, kamu tidak boleh berputus asa. Siramilah terus, Sesungguhnya tanah yang gersang akan menjadi tanah yang basah gembur dan subur.

Ketika benih yang telah tumbuh menjadi tunas, saat-saat itulah awal hubungan dimulai. Memadu kasih, menjalin hubungan. Dan satu hal, proses ini masih berlanjut. Kamu harus merawat tunas itu untuk terus tumbuh. Kau perlu memberinya pupuk dan menyiraminya. Itulah proses yang terjadi ketika kita berhubungan dengan seseorang. Kita perlu merawat dan menjaga hubungan tersebut bagaimanapun caranya. Karena dari awal membentuk suatu hubungan, kita telah melalui berbagai proses dan melakukan berbagai cara untuk menciptakannya.

Ketika tunas berkembang dan tumbuh menjadi tanaman dewasa, disinilah klimaksnya. Kamu harus merawatnya agar tidak terserang hama yang mengganggu perkembangan tumbuhan itu. Sama seperti hubungan, ketika hubungan telah berjalan lama maka akan banyak masalah datang baik dari perselisihan internal ataupun orang ketiga yang datang menggoda. Tugasmu adalah mengusir hama tersebut dengan memberikan pestisida. Ketika hubungan itu telah tahan hama, sudah tiba waktu tanaman itu berbunga dan berbuah. Dimana saat-saat inilah yang ditunggu akhirnya datang juga. Kamu menerima hasil dari hubungan yang telah kamu bentuk dan tanamkan hingga akhirnya yang diimpikan kesampaian juga yaitu beruba hubungan yang lebih serius dan berlanjut ke jenjang berikutnya yaitu pernikahan.

Ketika pernikahan, kamu akan melihat berbagai senyuman orang-orang yang kagum pada buah dari tanaman yang telah kamu pelihara. Tak hanya kamu, bahkan orang terdekat kamu mencicipi buahmu dan mereka menjabat tanganmu kemudian mereka mengucapkan selamat.Kerja kerasmu terbayar sudah.

Proses belumlah berakhir disini. Ketika tanaman telah berbuah, kamu tetap menjaga dan merawat agar terus berbunga dan berbuah. Sama seperti seperti pernikahan, hubungan terus berjalan dan terus dijaga hingga kamu dan seseorang yang kamu cintai menjadi tua. Dengarlah, kesetian itu tak ada karena di dunia ini tak ada yang abadi. Hubungan dapat terpisahkan ketika waktu yang memisahkan. Tanaman yang kau cintai telah tidur di dalam tanah, kau tetap harus mengenangnya. Karena dia bagian dari hidupmu dari awal. Menyiraminya, menabur bunga diatasnya, dan memanjatkan doa untuknya. Cinta itu seperti pohon, semakin banyak kenangan yang dimiliki semakin rimbunlah suatu pohon yang meneduhkan orang-orang dibawahnya. Hubungan yang tetap kuat dibentur oleh masalah akan menjadi batang yang kokoh dan besar, akar yang kuat dan menjalar adalah cinta yang tak ada habisnya dimakan usia, serta buah manis adalah anak-anak imut hasil bercinta kalian berdua.
Lanjut baca? Mari~ »

Friday, January 4, 2013

Cerita Cinta Kita: Hati Ini Berlabuh

0 comments

14 Februari kita bertemu, berkenalan satu sama lain, berbagi cerita. Pertama hanya biasa, lambat laun hati ini berwarna dan hati ini tersenyum ceria. Malam-malam aku memikirkanmu, menunggu telepon dan smsmu, menannyakan kabar dan keseharian yang telah kita lewati masing-masing. Momen itu terus berlanjut, kita jalan bergandengan, berkencan satu sore, dan mengantarkanku pada malam. Malam itu tidak terasa sunyi lagi, hati ini tidak lagi sepi. Mentari senyum menyapaku kala pagi hari, angin menepuk pundakku, kicauan burung menyoraki dunia kalau aku kini bahagia.

Entah berapa lama kita berhubungan, makin hari makin dekat, setiap saat aku berkhayal memikirkanmu dan aku tersenyum karenanya. Awan jadi ladang kenangan cerita kita, saling meneduhkan hati kita dari panasnya gejolak asmara, berbagi canda tawa mendulang kasih bahagia. Kau menyedot perhatianku. Kau menyerap aura perasaanku, kita berpadu dan kita sama hingga menjadi satu.

Hingga akhirnya hari yang paling mendebarkan telah tiba. Aku telah menanti hari ini, jantung berdegup cepat. Darah berpacu laju melawan daya rasa. Detik-detik kau menyatakan cinta, momen-momen kau mengungkapkan perasaan. Dengan gugup dan terbata-bata, kau berhasil mengatakannya. Wajahku memerah, aku malu tapi bahagia. Aku pun tak mampu berkata apa-apa,. Aku hanya tertunduk dan tersenyum malu. Kau gugup menanti apa kata yang keluar dari mulutku. Pasrah dan keyakinan meracau di pikiranmu. Ya, aku dengan pasti menjawabnya kalau aku menerimamu. Kau kini jadi penghuni hatiku. Dengan jawaban "iya", aku menyerahkan tampuk hati ini dan aku berharap kau adalah pilihanku yang mampu bertanggung jawab dalam penguasaan hati ini.

Kita bergandengan menatap pohon sekeliling, berjalan penuh keriangan. Akhirnya dari biasa yang tak ada rasa, kau menggugahku dan aku melihatmu sebagai seseorang yang penuh cinta. Sejak pertama berdekatan, aku bertanya-tanya. Setelah jadian, pertanya itu semua terjawab juga. Berbagai alasan mengokohkanku di dalam dirimi berpadu menjadi satu. Kata orang 14 Februari adalah hari kasih sayang. Bagiku tidak, 14 Februari adalah hari yang mengubahku. Dimana titik perkenalan, menjadi benih perasaan, yang membuat kita menjadi sayang-sayangan. Aku tak sadar dan tak mengira apa-apa, tapi hati ini telah bersedia menerima bunga-bunga yang kau semai di hari pertama kita.
Lanjut baca? Mari~ »

Tuesday, December 18, 2012

Cerita Cinta Kita: Aku dan Kamu

0 comments

Aku dan kamu adalah satu. Dua manusia yang sangat berbeda kemudian berpadu. Tak ada didunia ini yang terlalu aku impikan selain kamu. Menyukaimu bukanlah suatu keraguan bagiku. Tak ada ini itu, aku terima kamu apa adanya. Aku tidak mau menjadikan kamu sebagai cinta matiku. Aku mau kamu sebagai cinta hidupku... Aku mau kamu hidup dan aku rela mengorbankan nyawa untuk itu. Kata orang, cinta itu berjuta rasanya, bagi aku tidak. Cinta itu hanya satu rasa, yaitu rasa untuk memiliki kamu selamanya.Dan kata orang juga, ketika saling jatuh cinta, dunia terasa milik berdua. Menurutku tidak, dunia milik Tuhan Yang Maha Kuasa, ketika jatuh cinta, kita mempunya dunia sendiri untuk berdua bersama.

Cinta itu sederhana. Bukan berarti kita saling jatuh cinta pada pandang pertama ketika makan nasi padang di Rumah Makan Sederhana. Cinta sederhana itu adalah cinta yang memupuk rasa suka duka di hati kita, dan tak ingin jauh satu sama lain. Kekuranganmu adalah harga yang harus aku bayar, dan kelebihanmu adalah bonus dari apa yang aku bayar.

Aku ingin kamu mengerti betapa senangnya hati ini. Senyummu adalah obat bagiku, tangismu adalah luka bagiku. Sebanyak apapun aku memberikan kamu badai hujan, sebanyak itu juga aku berusaha membentuk pelangi di matamu. Besarnya cintaku kepadamu tak perlu kamu tau, biar Tuhan yang tau. Dan ketika aku sudah tak ada lagi, Tuhanlah yang memberi tahu kepadamu seperti apa cintaku.

Aku tidak sesempurna apa yang kamu bayangkan, tetapi aku sebrengsek apa yang kamu tidak pikirkan. Aku rela mementingkan dirimu daripada tubuhku ini. Aku rela kurus, aku rela patah tulang, aku rela kehilangan nyawa, dan aku ingin kamu bahagia, aku ingin ada bekas yang tersedimentasi di pikiran dan hatimu bahwasanya aku pernah ada untukmu. Tak peduli seberapa besar rasa sakit yang aku deriti, Jiwa raga ini tercipta untuk membuatmu riang gembira. Aku akan selalu menebar senyum di hadapanmu. menuai biji cinta di hatimu, memanen hasil untuk diperlihatkan ke dunia, tak peduli penat dan letih mengalir di dahiku. Rahang ini masih kuat untuk bicara. dada ini masih kuat membusung derita, bahu ini masih tegar ketika kamu ada masalah, tapi hati ini tak akan tega kalau kamu terus dilingkupi rasa sedih. Aku adalah aku. kamu adalah aku. Ketika aku jauh, aku dan kamu tetaplah satu. Ketika kita berdampingan, aku dan kamu juga satu. Satu sajak cinta yang membuat kamu terpesona.
Lanjut baca? Mari~ »

Monday, December 17, 2012

Pacaran: Remang-remang atau Gelap-gelapan?

1 comments


Pacaran adalah suatu hubungan yang mengikatkan dua hati manusia menjadi satu dan teman-teman pada minta traktiran ketika baru jadian. (apasih) Pacaran diyakini oleh sebagian umat-umat remaja dapat memberikan sejumlah manfaat diantaranya diberi perhatian, belaian, pelukan dan ciuman. (beeeh ini mah namanya nafsu!) Gue bener-bener gak ngerti gaya pacaran anak SMP dan SMA sekarang yang najis parah. Ada yang pacaran itu punya panggilan sayang misalkan "Ayah-Bunda""Pipi-Mimi", ataupun "Abah-Umi". Mereka akan terlihat mesra dengan panggilan "Abah-Umi", dan ketika kelahi panggilan itu akan otomatis berubah menjadi "Anjing-Babi". Gue melihat gaya pacaran remaja ababil atau remaja tanggung itu sebagai virus pemusnah massal. Ketika lo melihat mereka pacaran, lo bakal diare selama satu minggu dan kena stroke ringan. Dan parahnya tidak hanya hal yang menjijikkan seperti itu yang mereka lakukan, setelah punya panggilan sayang, mereka akan mengubah nama facebook mereka agar teman-teman mereka mengira mereka itu seperti Romeo-Juliet Indonesia. Contoh-contoh nama facebook mereka:

"Yanto cayankkkkkk Siti Nurhaliza"

"Zubaedah ingin clalluw cetia cama Mulyono Cikibum Cikibum Bum Bum"

atau,,

"Jamal mencoba tegar dan berdiri sendiri setelah kehilangan titit yang berharga" (ini nama facebook korban kena flu burung)

Pacaran sekarang menurut gue sudah melewati batas. Mereka sesuka hatinya mencium, memeluk, menggrepe dan menjitak kepala pasangannya tanpa ada rasa malu. Pertanyaan gue, Apa lo gak kasihan sama jodoh lo kelak sedangkan pacar lo sekarang belum tentu akan jadi pendamping hidup lo nanti? Bukan kabar burung lagi kalau ternyata banyak cewe-cewe sekarang banyak yang udah gak perawan lagi.  Cowo itu banyak jurus dan akal bulus agar kamu dapat dielus-elus. Jangankan keperawanan, bibir aja udah pasti gak ada yang suci lagi. Ada yang bilang pacaran tanpa ciuman itu sama seperti SM*SH tanpa soptek. Ini terjadi dikarenakan mereka pacaran di tempat yang tidak-tidak misalkan pacaran di trotoar jalan, pacaran di bawah kolong jembatan, atau pacaran di kolam ikan.



Remaja sekarang menyukai tempat-tempat yang remang-remang atau gelap-gelapan biar dapat mesra-mesraan. Di deket rumah gue, gue banyak melihat sejoli menjalin hati duduk di motor diatas trotor gelap-gelapan sambil merasakan semilir angin menerpa bulu kuduk mereka dan melihat semak-semak bergoyang di depan mata. Gue gak tau apa faedah hidup mereka pacaran gelap-gelapan sambil lihat semak-semak, mungkin mereka mengira pacaran seperti itu adalah tipe pacaran yang go green dan cinta lingkungan. Selain itu, gue lihat ketika di jalan raya si cewe pelukan sama cowok boncengan gitu, nempelin dadanya ke si cowo.























Daripada hal yang negatif muncul ketika pacaran, lebih baik menjadi jomblo alim yang ketika malam minggu pergi wirid ke mesjid. #PenjombloanMassal #JombloCariTeman Ngahahahahaha Kalaupun pacaran, pilihlah pacaran yang tipe syariah dan sakinah mawaddah warrahmah. Contohnya:

*sms pacar nanyain udah makan atau belum* Assalammualaikum ukhti tersayang, dah mumz lum?
*sms pacar nanyain lagi ngapain* Hai Ukhti yang berbahagia, Gi Ngaps nih?????? 
*sms pacar mau tidur* ukhti yang dirahmati Allah, akhi tidur duluan ya. Akhi capek seharian jalan sama ukhti. Terima kasih udah buat akhi senang hari ini. Syukron. wassalam~ 
*ketika putusin pacar* Ya Ukhti, akhi tak sanggup menjalani hubungan ini. Kita akhiri sampai disini saja ya. Sadaqallahul 'azim.

Sekian postingan ini, gue mau nyelesaikan naskah buku gue. Selamat menikmati. See ya! :D
Lanjut baca? Mari~ »